Main Kata : Blog Menulis dari Hati

[BeraniCerita #21] Jingga di Kolak Pisang 25

--- “Erlin! Jangan main air kolak, Nak!” Ibu berteriak kencang sekali. Aku sampai kaget baru ...

Cemburu si Perempuan 8

Dipertontonkannya gelak tawa Dipamerkannya suara renyah Diperlihatkannya tepukan bahu Ditekankannya sanjung sanjung … Pada satu ujungny...

Masa Lalu 3

--- Katanya sejarah,  punya manusia, punya dewa. Didongengkannya kisah-kisah,  ibarat dunia, ibarat surga. ---  Alkisah p...

Taman Bumi dan Senja #03 3

Bagian 03  ---  “Diya”, ibu menyebut namaku sambil terus menyisir rambutku yang selalu kusut saat sore tiba seperti sekarang, “kamu...

Taman Bumi dan Senja #02 1

Bagian 02  ---  Di sini aku berada. Di atas teras berlantaikan semen plester. Tanpa keramik dan teksturnya sedikit melukai kulit ma...

Taman Bumi dan Senja #01 0

Bagian 01  --- Pertemuan seharian itu di aula pertemuan Hotel Jayakarta Bandung baru saja selesai. Kami para pengisi acara dan pani...

Kami Saling Menyapa 6

Ketika rembulan penuh bulatannya  Ketika malam penuh dera air mata Aku menemukan lagi diriku  Seperti terbangun dari tidur panjang Mal...

Senja yang Sedih 37

Rindang dan daun yang bersibak angin mendesis Tiap semburat jingga menyeruak halus dari balik t...

Kelambu 10

Kelambu kamarku berayun seperti gelisah. Ia berayun seirama helaan nafasku yang letih mencari daya. Aku teruskan menikmati merebah tubuh di...

Bahagiamu Wahai Putri 12

Teralun nada yang terputus-putus Samar oleh hingar bingar Namun ia tetap indah dan melantun Seperti liontin ia tetap ada sebagai mahkota...
 
Copyright © 2012 Main Kata : Blog Menulis dari Hati ~ Template By : Jasriman Sukri

Kamu bisa menulis deskripsi disini